Hawkeye, Alat Survei Kondisi Jalan Yang Efektif dan Efisien

Infrastruktur jalan yang belum mantap di banyak lokasi di Indonesia dan ditambah penanganan perbaikan yang kurang optimal menyebabkan kondisi Jalan di Indonesia sulit untuk beranjak menjadi Mantap sepenuhnya. Selama ini sebagian besar proses pengumpulan data kondisi jalan masih menggunakan cara konvensional yang kurang efektif dan efisien karena hanya mengandalkan pandangan mata surveyor yang sebagaimana manusia biasa juga bisa melakukan kekeliruan. Adanya permasalahan pengumpulan data kondisi jalan ini  bisa teratasi dengan menggunakan alat survei canggih yang bernama Hawkeye. Alat survey Hawkeye dapat mengumpulkan data lalu lintas dan kondisi jalan dengan cepat dan akurat.

Kiri Mobil Pengawal Kanan Mobil Hawkeye

Di Indonesia, baru tersedia 4 (empat) unit Hawkeye diantaranya yaitu terdapat 2 (dua) unit di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sisanya ada di Kementerian Perhubungan dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Spesifikasi terlengkap hanya ada 1 (satu) unit Hawkeye yang dimiliki oleh Kementerian PU yakni Hawkeye 2000.

Hawkeye terdiri dari GPS, Gipsitrac Geometri, Video Recording, pengukuran jarak, Profiler (termasuk side laser), dan didukung oleh Software Hawkeye Processing Toolkit. Hawkeye 2000 dapat digunakan dalam beberapa kegiatan, misalnya asset management survey, survey monitoring perkerasan rutin, geometrik dan pemetaan, audit keselamatan jalan, survei lalu lintas, runway inspections maupun quality control oleh kontraktor. Modifikasi dalam hal penggunaan alat survei hawk eye dapat juga dilakukan dengan menambahkan faktor-faktor yang di masukkan kedalam operasi pekerjaan hawk eye salah satu contohnya adalah memperbaiki daya layan jalan seperti dalam hal pengurangan kebisingan.

Detail Peralatan Hawkeye

Salah satu kegiatan pengumpulan data kondisi jalan saat ini yang telah dilakukan oleh Pemerintah berdasarkan standar survei Interurban Road Management System (IRMS) yakni meliputi: survei IRI/International Roughness Index (kekasaran per-mukaan jalan), RNI/Road Network Inventory (inventarisasi jalan), RCS/Road Condition Survey (kondisi jalan), LHR (Lalu lintas harian rata-rata) dan DRP/Data Reference Point (referensi titik).

Dengan segala kelebihan yang telah disebutkan diatas alat Hawkeye tetap memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
  • Hanya dapat melakukan survei kondisi jalan pada saat jalan kering (tidak hujan atau basah) karena laser tidak dapat merekam data jika ada air tergenang (permukaan air selalu datar sehingga akan dianggap suatu permukaan yang datar/data tidak valid),
  • Video recording tidak dapat dilakukan pada saat malam hari (tidak ada cahaya) karena akan menghasilkan keluaran yang kurang jelas,
  • Survei sulit dilakukan pada keadaan lalu lintas yang padat (macet) karena sensor laser akan berhenti pada kecepatan di bawah 20 km/jam,
  • Proses pengolahan gambar masih memerlukan rating image secara manual, sehingga memerlukan waktu processing keluaran yang cukup lama.
Meskipun begitu Hawkeye telah menjadi bagian dari solusi permasalahan dari Pengumpulan data kondisi jalan yang masih konvensional. Kecanggihan teknologi Hawkeye memungkinkan kegiatan pengumpulan data menjadi efektif dan efisien. kedepannya mudah-mudahan bukan hanya cepat dalam mengumpulkan data tapi juga pembangunan jalan baru maupun penanganan jalan rusak bisa lebih baik dari waktu ke waktu.

Related Posts:

4 Responses to "Hawkeye, Alat Survei Kondisi Jalan Yang Efektif dan Efisien"

  1. Sayang sekali di Indonesia hanya ada 4 unit Hawkeye, padahal tiap tahun, daerah memerlukan Survay Kondisi Jalan. kalau tiap daerah bisa memakai alat ini maka kondisi/kerusakan infrastruktur jalan bisa segera diketahui dan dilakukan penanganan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemungkinan sudah bertambah Pak, karena ini tulisan saya tahun 2014

      Delete
  2. hawkeye milik Politeknik Keselamatan Jalan (PKTJ, Tegal sering dipakai di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Uji jalan tol juga

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopan

Bila tidak memiliki ID blogger bisa menggunakan Name/URL lalu masukkan Nama dan URL facebook/twitter anda. hindari menggunakan Anonim, Terima kasih.