Kecepatan Cahaya Dalam Al Qur'an

Cahaya, yang memiliki kecepatan 299279.5 Km/detik baru diketahui oleh ilmuwan dunia di abad 20, oleh Albert Einstein, cahaya dinyatakan sebagai materi tercepat yang ada di jagat raya dengan teori relativitasnya. Namun ternyata kecepatan cahaya telah tertulis didalam Al Qur’an semenjak 14 abad silam.

Kecepatan cahaya yang telah disepakati secara internasional yaitu:
·      The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
·      US National Bureau of Standards, C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

Berikut ini penjelasan Al Qur’an mengenai kecepatan cahaya:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. As Sajdah: 5)

Jadi Jarak yang dicapai Sang urusan selama 1 hari = jarak yang ditempuh selama 1000 tahun bila dikonversi menjadi satuan bulan adalah 12000 bulan.
C . t = 12000 . L
dimana :    C   = kecepatan Sang urusan
                 t    = waktu selama satu hari
                 L   = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Ada dua macam sistem kalender bulan:

1. Sisyem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.
1 hari = 24 jam, 1 bulan = 29.53059 hari.

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari.

Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal, Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk kurva yang panjangnya:
L = v . T.
Dimana:
v   = kecepatan bulan
T   = periode revolusi bulan
     = 27.321661 hari
a   = 27.321661 days/365.25636 days x 360o = 26.92848o

Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:
Ve       = 2 . p . R / T
Dimana:
R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T   = periode revolusi bulan = 655.71986 jam
Jadi ve   = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam
              = 3682.07 km/jam

2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a
Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal
a = 26.92848o

Jika:
L     = v . T
v     = Ve * Cos a
Ve   = 3682.07 km/jam
a     = 26.92848o
T     = 655.71986 jam
t      = 86164.0906 detik

Maka:
C . t   = 12000 . L
C . t   = 12000 . v . T
C . t   = 12000 . (Ve * Cos a) . T
C       = 12000 . ve . Cos a . T / t
C       = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 detik
C       = 299792.5 km/det

Perbandingan antara perhitungan Al Qur’an dan standard internasional yaitu:

Al Qur’an, C = 299792.5 Km/detik
US National Bureau of Standards, C = 299792.4574 + 0.0011 km/detik
The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/detik

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus: 5).

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”. (QS. Al Anbiyaa': 33).

Elnaby, M.H, 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C

Related Posts:

4 Responses to "Kecepatan Cahaya Dalam Al Qur'an"

  1. wooow keren gan! nice info! walau gue jadi pusing ngeliat itung-itungnya hahaha ^^

    ReplyDelete
  2. iya walaupun begitu.. tetap saja ada yang menyangsikan... padahal hal ini telah di publikasikan secara ilmiah dan dunia, sedangkan para pencibir hanya bisa mengungkapkan dugaan-dugaan tanpa publikasi secara resmi,...

    mungkin ketika maut berada diujung tanduk...dan nyawa berada dikerongkongan mereka baru tersadar...namun sudah terlambat bila hal itu terjadi...

    mari kita kaji terus isi kandungan Al Qur'an yang memang betul-betul "miracle"...

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan sopan

Bila tidak memiliki ID blogger bisa menggunakan Name/URL lalu masukkan Nama dan URL facebook/twitter anda. hindari menggunakan Anonim, Terima kasih.